Batam — Polda Kepulauan Riau berduka atas wafatnya salah satu personelnya, Supriadi. Almarhum dikenang sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan inspiratif dalam menjalankan tugas sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Penghormatan terakhir diberikan melalui upacara pelepasan jenazah di kediaman almarhum, yang dilanjutkan dengan pemakaman kedinasan Polri di TPU Sei Temiang, Kamis, 16 April 2026. Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri jajaran pimpinan dan personel kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Kepala Polda Kepri Asep Safrudin, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kepri Detta Asep Safrudin, pejabat utama, keluarga, serta rekan sejawat almarhum.
Suasana duka menyelimuti rangkaian prosesi. Sejumlah personel tampak memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum selama bertugas.
Dalam keterangannya, Nona Pricillia Ohei menyebut kepergian almarhum sebagai kehilangan besar bagi institusi, khususnya di lingkungan Polda Kepri.
“Kami keluarga besar Polda Kepri menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, almarhum meninggal dunia setelah mengalami sakit saat tengah melaksanakan tugas di Jakarta. Menurut dia, Ipda Supriadi dikenal sebagai personel yang aktif, loyal terhadap perintah pimpinan, serta mampu menyampaikan informasi positif tentang Polri kepada masyarakat.
Polda Kepri sebelumnya juga menggelar pemakaman kedinasan bagi Natanael Simanungkalit sebagai bentuk penghormatan serupa. Tradisi ini, menurut pihak kepolisian, merupakan wujud komitmen institusi dalam menghargai setiap pengabdian anggotanya.
Upacara pemakaman kedinasan menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus penegasan kuatnya solidaritas di lingkungan Polri, di mana setiap jasa anggota akan dikenang sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kaverwil Andrew

