Ciamis, - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi Sumber Daya Manusia (SDM) menuju generasi Indonesia Emas 2045 mendatang.
Selain investasi SDM dengan adanya Dapur MBG telah menyerap tenaga kerja lokal serta mendorong perekonomian berupa pemberdayaan pelaku UMKM masyarakat desa setempat dan BUMDES yang nantinya diharapkan peningkatan pendapatan ekonomi untuk lebih menggeliat.
Menyoal hal tersebut Yayasan Bina Sosial Sukatani selaku mitra Badan Gizi Nasional yang mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciamis Banjarsari Cibadak 2, menampung, menfasilitasi dan membeli produk dan kebutuhan bahan baku dari para pelaku UMKM diwilayah setempat dan sudah bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Cibadak.
Meleruskan statment dari Kepala Desa Cibadak Margo, saat peresmian Dapur SPPG Banjarsari Cibadak 3, Sabtu 16 Mei 2026, dirinya berikan statment di salah satu portal berita online Galuh.id yang menyampaikan narasi yang terkesan menyerang marwah dari SPPG yang sudah beroperasi, hingga terbaca oleh publik, dengan narasi seperti ini "Di Cibadak sudah ada 2 dapur MBG yang beroperasi, tetapi hingga sekarang manfaatnya belum belum dirasakan oleh pelaku UMKM".
Menyikapi narasi dan diksi yang bersifat tendensi dan seakan mendiskreditkan bahwa 2 SPPG yang sudah operasi di Desa Cibadak tidak ada manfaatnya dan belum dirasakan pelaku UMKM tersebut, Hendris selaku Pengawas Keuangan di SPPG Banjarsari Cibadak 2 berikan tanggapan dan penjelasan.
"Perihal ini perlu saya tanggapi dan diluruskan agar nantinya tidak liar yang bisa menimbulkan konflik, fitnah dan menyerang kehormatan SPPG", ujar Hendris kepada beberapa awak media.
Perlu saya sampaikan dan jelaskan secara rinci bahwa kami SPPG Cibadak 2 sudah menyerap pelaku UMKM Desa Cibadak guna pemenuhan bahan baku masakan, seperti Daging Sapi dari Bama, Daging Ayam dari Supri warga Dusun Cibeureum, Telor dari Eva Dusun Cibeureum, Abon dan Olahan roti dari Dusun Wanayasa, Bumbu Masak dari Makmur Dusun Mekarsari Cibadak, bahkan bumbu - bumbu kami kasih ke BUMDES, lantas yang apa itu tidak ada manfaatnya, tandas Hendris.
Saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, Senin 18 Mei 2026, di Ruang kerja Kepala Desa Cibadak, didampingi oleh Babinsa Koramil Banjarsari Totok dan awak media dari Galuh.id, Info Priangan dan Analisaglobal.com saat klarifikasi dan konfirmasi, Hendris menuturkan bahwa narasi yang disampaikan oleh Kepala Desa Cibadak merupakan narasi yang sangat tidak elok dan kurang pantas karena tidak konfirmasi atau ngecek sebelumnya ke Dapur Kami SPPG Banjarsari Cibadak 2.
"Kita sangat terbuka dan bahkan mendorong UMKM, kita fasilitasi biar hidup semua pelaku UMKM sesuai arahan dan instruksi dari BGN yang berdayakan pelaku UMKM setempat, bahkan dari 12 suplier data di kami 80% nya merupakan penyedia bahan baku dari warga lokal di wilayah Desa Cibadak, kita faham betul artinya kita sudah menjalankan dan melaksakan instruksi dari pimpinan kami di BGN Pusat", paparnya.
Maka dari itu kedatangan kami untuk tabayun kepada Kepala Desa Cibadak, kalaupun kami ada salah, kami terima dan ini bahan evaluasi kami guna perbaikan ke depannya, tambahnya.
Ditempat yang sama Margo Kepala Desa Cibadak memohon maaf atas kejadian tersebut karena kejadian spontan saat acara peresmian SPPG Cibadak 3 diwawancara oleh awak media dan saya pikir tidak akan berdampak seperti ini, ungkapnya.
"Sebelumnya kami mengumpulkan beberapa pelaku UMKM di Desa Cibadak guna menyerap aspirasi yang nantinya kita fasilitasi oleh BUMDES, karena keterbatasan permodalan, seperti ada UMKM olahan tempe tahu di Dusun Wanayasa yang belum terfasilitasi, tuturnya.
"Dari 60 an pelaku UMKM baru 4 UMKM yang baru terfasilitasi oleh kami", ucapnya.
Menyikapi hal ini Totok Babinsa Koramil Banjarsari berikan araham bahwa ini sudah clear, Pa Kuwu Margo sudah meminta maaf dan dari Kepala Dapur dan Pengawas Keuangan SPPG Cibadak 2 juga klarifikasi berikan penjelasannya dan saling memaafkan saya anggap sudah selesai, pungkasnya.
Sys-Pnd
