NGAQUR (Ngabar Quraniyah) Ke-275 Di Masjid Besar Al-Barokah Kecamatan Warungkondang


Cianjur,wartatnipolri.net
Kegiatan NGAQUR ke-275 berlangsung diasjid Al-Barokah kecamatan warungkindang berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Jumlah jamaah yang hadir mencapai 170 orang, terdiri atas 150 jamaah ibu-ibu dan 20 jamaah bapak-bapak. Kehadiran ini merupakan gabungan dari jamaah NGAQUR dan jamaah pengajian setempat, sehingga suasana majelis terasa semakin hidup dan penuh kekeluargaan.

Sesi pembinaan tahsin dipandu oleh Ustadz Endang Kosasih selama kurang lebih 45 menit. Dalam kesempatan tersebut dilakukan evaluasi bacaan Al-Qur'an kepada 9 orang jamaah secara langsung.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta telah membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah dasar tajwid. Meski demikian, masih diperlukan latihan dan pembinaan yang berkesinambungan agar bacaan semakin fasih, tartil, dan berkualitas.
Kata Sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Abdul Aziz selaku Ketua DKM Masjid Besar Al-Barokah. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah NGAQUR serta mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid dengan kegiatan belajar dan mentadabburi Al-Qur'an.

Sambutan lainnya disampaikan oleh H. Dedi Irianto selaku Ketua Yayasan Ngabar Kalamullah Cianjur. Beliau menyampaikan apresiasi atas istiqamah jamaah dalam mengikuti kegiatan NGAQUR serta berharap gerakan mencintai Al-Qur'an terus berkembang hingga melahirkan masyarakat yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Sesi tadabbur dipandu oleh Ustadz Nanggo dengan mengangkat tema Surah Al-Isra ayat 9, yang menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan petunjuk menuju jalan yang paling lurus.

Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi umat saat ini berakar dari semakin jauhnya kehidupan manusia dari tuntunan Al-Qur'an. Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus dipahami, direnungkan, dan diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Sesi berlangsung sangat interaktif. Tercatat lima orang jamaah mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan umat, terutama mengapa kehidupan kaum muslimin saat ini banyak yang tidak lagi diatur oleh nilai-nilai Al-Qur'an. Diskusi berlangsung hangat dan memberikan pemahaman bahwa kebangkitan umat hanya dapat terwujud apabila Al-Qur'an kembali dijadikan pedoman utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Secara umum, kegiatan NGAQUR ke-275 berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para jamaah. Semoga majelis ini menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur'an, memperbaiki bacaan, memperdalam pemahaman, serta menguatkan tekad untuk mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
"Al-Qur'an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk menjadi solusi kehidupan."

Azizah
editor bah de

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama