Cianjur. Wartatnipolri.net-
Gempar ratusan siswa siswi dibeberapa sekolah di Kabupaten Cianjur berjatuhan, diduga akibat keracunan pasca menyantap menu Makanan Bergizi Gratis ( MBG ). Keracunan massal menu MBG itu terjadi di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Kadupandak, Kecamatan Pagelaran dan di Kecamatan Cikalongkulon.
Berdasarkan informasi yang brrhasil dihimpun Wartatnipolri.net di lapangan, para korban tersebut terdiri dari anak-anak PAUD, SD dan SLTP yang tersebar dibeberapa sekolah di Kabupaten Cianjur.
Adapun Dapur MBG yang ditutup sementara adalah, SPPG Sindangkerta 3 Pagelaran, SPPG Gandasari Kadupandak dan SPPG Sukagalih Cikalongkulon. Penutupan sementara Dapur MBG tersebut pada Rabu 28 Januari 2026.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Satuan Tugas Makanan Bergizi Gratis ( Waka Satgas MBG ) Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan. Penutupan tiga dapur MBG dilakukan, sebagai langkah preventif Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Cianjur, untuk melindungi kesehatan para siswa lainnya.
Kata Arif, selama masa penghentian tiga dapur MBG ini, tim investigasi akan memeriksa secara detail mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga tahap pengepakan.
" Hal ini sangat penting agar titik permasalahan yang memicu gangguan kesehatan massal tersebut dapat segera teridentifikasi dengan jelas. Dan penutupan ini berlaku hinggahasil uji leb resmi keluar," katanya. Kamis 29/01/2026.
Arif menjelaskan, meskipun pengawasan harian telah melibatkan ahli gizi, pemeriksaan secara menyeluruh tetap jadi prioritas utama tim Satgas MBG.
Pihak pengelola dapur yang terbukti melanggar prosedur, wajib mengikuti pembinaan khusus sebelum mendapatkan izin untuk beroperasi kembali dari dari pemerintah.
“Kami tidak mau berandai-andai. Tim Satgas MBG dari Dinas Kesehatan yang memiliki ranah teknis sudah turun untuk mengambil sampel sisa makanan yang pada saat itu dikonsumsi anak-anak," ujarnya.
Sementara itu Bupsti Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan,
total para siswa yang mengalami gejala keracunan di tiga kecamatan tersebut mencapai 273 orang.
Meskipun angka korban cukup besar, kondisi sebagian besar pasien kini sudah berangsur membaik dan telah kembali ke rumahnya masing-masing. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat.
“ Laporan dari para camat total warga yang dilaporkan mengalami gejala mencapai sekitar 273 orang. Namun secara umum, kondisi pasien dilaporkan berangsur membaik,” katnya.
Bupati menyebut, data korban di Kecamatan Cikalongkulon menjadi yang terbanyak dengan total 225 orang yang sempat mendapatkan penanganan medis.
“Beberapa sampel makanan dari beberapa sekolah tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.
Eyang.

