CIANJUR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur tancap gas merealisasikan program penanaman 10.000 pohon di kawasan mata air dan bantaran sungai. Kecamatan Sindangbarang ditetapkan sebagai titik terakhir pelaksanaan program penghijauan pada bulan ini.Sabtu ( 14/03/2026)
Program ini ditegaskan sebagai langkah konkret menghadapi kerusakan lingkungan, abrasi bantaran sungai, serta meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur. Penanaman difokuskan pada kawasan sumber mata air dan sepadan sungai yang dinilai rawan mengalami degradasi lingkungan.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Iwan Permana, menegaskan bahwa gerakan tanam pohon merupakan komitmen ideologis sekaligus sikap politik ekologis dalam merawat pertiwi.
“Menanam pohon bukan seremonial. Ini sikap politik lingkungan yang sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno, bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan. Ketika alam rusak, rakyat yang pertama terdampak,” tegasnya.
Rangkaian penanaman pohon dilakukan di enam titik strategis, yakni Mata Air Cimalanding di Kecamatan Cilaku, Sepadan Sungai Cirata di Kecamatan Karangtengah, Mata Air Cinangsi di Kecamatan Haurwangi, Bantaran Sungai Ciwalen di Kecamatan Sukaresmi, Sepadan Sungai Rancalubang di Kecamatan Pasirkuda, serta Bantaran Sungai Ciogong di Kecamatan Sindangbarang sebagai penutup kegiatan bulan ini.
Ribuan pohon dari jenis mahoni, jati, jabon, petai, mangga, serta tanaman buah dan tanaman keras ditanam untuk memperkuat struktur tanah, menjaga debit air, dan memulihkan fungsi ekologis sungai serta mata air.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Cianjur yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Cianjur, jajaran pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Cianjur, kepala desa setempat, perwakilan LMDH, tokoh masyarakat, serta para petani.
Keterlibatan lintas unsur ini dinilai menjadi kunci keberhasilan program agar penanaman pohon tidak berhenti pada kegiatan simbolik, melainkan berlanjut pada perawatan dan kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat.
“Menanam pohon hari ini adalah investasi keselamatan lingkungan dan masa depan Cianjur,” pungkas Iwan Permana.
Iwan Permana menegas kan dengan ada nya warga bergotong royong menanam pohon cegah bencana alam yg sekarang banyak titik rawan d Wil cilaku ...ujar nya
Azijah

